Menyambut Isra Mikraj 1447 H / 2026 M, MIN 21 Bireuen Gelar Peringatan Meriah Bersama Guru dan Siswa
BIREUEN — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 21 Bireuen menggelar kegiatan Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah / 2026 Masehi dengan penuh kemeriahan dan nuansa edukatif. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta siswa dan siswi ini menghadirkan penceramah sekaligus pencerita kondang, Ustaz Abah Achmad, Kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen.

Sejak pagi hari, suasana lingkungan MIN 21 Bireuen tampak berbeda. Area madrasah dihias dengan ornamen bernuansa islami, sementara para siswa mengenakan busana muslim yang rapi dan seragam. Wajah ceria terpancar dari para peserta yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Isra Mikraj sebagai Momentum Pembelajaran Karakter
Kepala MIN 21 Bireuen, Muntadhar, S.Pd.I, M.Pd, I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj merupakan momen penting dalam pembentukan karakter religius siswa.
“Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi pondasi utama dalam menanamkan kecintaan anak-anak terhadap shalat dan akhlak Rasulullah SAW. Kami ingin nilai-nilai ini tertanam sejak dini,” ujar Kepala Madrasah.
Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dikemas secara kreatif akan lebih mudah diterima oleh siswa tingkat madrasah ibtidaiyah.
Antusiasme Guru dan Siswa Warnai Kegiatan
Seluruh guru dan tenaga pendidik MIN 21 Bireuen terlibat aktif dalam menyukseskan acara. Para guru mendampingi siswa dengan penuh perhatian, menjaga ketertiban, sekaligus memastikan anak-anak tetap menikmati kegiatan.
Salah seorang guru kelas, Rahmati, S.Pd, menilai metode ceramah interaktif sangat efektif.
“Anak-anak terlihat sangat menikmati ceramah. Mereka tertawa, fokus, dan tanpa sadar menerima pesan-pesan agama dengan baik,” katanya.
Ceramah Interaktif Ustaz Abah Achmad Penuh Keceriaan
Puncak acara peringatan Isra Mikraj di MIN 21 Bireuen adalah ceramah interaktif yang disampaikan oleh Ustaz Abah Achmad. Dengan gaya bertutur yang santai, komunikatif, dan penuh humor, beliau berhasil menarik perhatian siswa sejak awal.
Ustaz Abah Achmad mengajak siswa berdialog langsung, melontarkan pertanyaan sederhana, dan memberi contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.
Alat Peraga Edukatif: Boneka dan Media Visual
Keunikan ceramah Ustaz Abah Achmad terletak pada penggunaan alat peraga edukatif. Boneka digunakan untuk menggambarkan karakter anak rajin shalat dan anak yang malas beribadah, sementara media air dimanfaatkan untuk menjelaskan pentingnya wudhu dan kebersihan.
Pendekatan visual ini membuat siswa lebih mudah memahami pesan yang disampaikan.
Tawa dan Haru Menyatu dalam Ceramah
Suasana ceramah berlangsung sangat hidup. Gelak tawa siswa kerap terdengar saat Ustaz Abah Achmad menyelipkan humor dalam ceritanya. Namun di balik canda, terselip pesan moral yang menyentuh.
“Shalat itu hadiah paling istimewa dari Allah SWT melalui peristiwa Isra Mikraj. Kalau kita cinta Rasulullah, jangan tinggalkan shalat,” pesan Ustaz Abah Achmad.
Beberapa siswa tampak terdiam dan menyimak dengan serius ketika kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW disampaikan dengan penuh penghayatan.
Suara Siswa: Ceramah Menyenangkan dan Mudah Dipahami
Salah satu siswa kelas V, Ahmad Fauzan, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang karena ceramahnya lucu dan ada bonekanya. Jadi mudah paham tentang shalat,” ucapnya polos.
Hal senada juga disampaikan oleh siswi kelas IV, Aisyah.
“Saya jadi lebih semangat shalat setelah dengar cerita Isra Mikraj,” katanya.
Penguatan Nilai Religius dan Disiplin
Peringatan Isra Mikraj ini menjadi sarana penguatan nilai-nilai religius, kedisiplinan, dan akhlak mulia di lingkungan MIN 21 Bireuen. Guru berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Kebersamaan Warga Madrasah
Kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antarwarga madrasah. Guru, siswa, dan panitia bekerja sama dengan penuh semangat sehingga acara berjalan lancar dan tertib.

Penutup
Peringatan Isra Mikraj 1447 H / 2026 M di MIN 21 Bireuen menjadi bukti bahwa pendidikan agama dapat disampaikan secara kreatif, menyenangkan, dan bermakna. Melalui ceramah interaktif Ustaz Abah Achmad, siswa tidak hanya terhibur, tetapi juga memperoleh pemahaman mendalam tentang makna shalat dan keteladanan Rasulullah SAW.
MIN 21 Bireuen berharap semangat Isra Mikraj ini terus tertanam dalam diri setiap siswa sebagai bekal membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.
Belum ada Komentar untuk "Menyambut Isra Mikraj 1447 H / 2026 M, MIN 21 Bireuen Gelar Peringatan Meriah Bersama Guru dan Siswa"
Posting Komentar