MIN 21 Bireuen Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Santuni 35 Siswa Yatim dan Gelar Aneka Lomba Keagamaan

Bireuen – MIN 21 Bireuen yang berlokasi di Desa Teupok Tunong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat dan kebersamaan pada Kamis (30/11/2023). Kegiatan keagamaan ini menjadi salah satu agenda rutin madrasah dalam rangka menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada para siswa sejak usia dini.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, tenaga kependidikan, wali murid, serta undangan dari berbagai unsur pendidikan madrasah. Sejak pagi hari, suasana madrasah tampak berbeda. Lingkungan sekolah dihias secara sederhana namun rapi, mencerminkan semangat religius dan kebersamaan warga MIN 21 Bireuen dalam menyambut hari besar umat Islam.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lantunan shalawat Nabi yang menggema di halaman madrasah. Shalawat yang dilantunkan secara bersama-sama tersebut menciptakan suasana yang khusyuk dan menenangkan, sekaligus menjadi pengingat akan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

Santunan untuk Siswa Yatim dan Piatu

Salah satu rangkaian kegiatan utama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MIN 21 Bireuen adalah penyerahan santunan kepada siswa yatim dan piatu. Pada kesempatan tersebut, pihak madrasah memberikan santunan kepada 35 siswa yatim dan piatu yang berasal dari berbagai jenjang kelas.

Santunan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala MIN 21 Bireuen bersama perwakilan dewan guru dan komite madrasah. Para siswa penerima santunan tampak bahagia dan terharu saat menerima bantuan tersebut.

Kepala MIN 21 Bireuen, Muntadhar, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan empati terhadap peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih.

“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, kami ingin menanamkan nilai kepedulian dan kebersamaan. Santunan yang diberikan kepada siswa yatim dan piatu diharapkan dapat membantu serta memberikan motivasi kepada mereka untuk terus semangat dalam belajar,” ujar Muntadhar.

Ia menjelaskan bahwa dana santunan tersebut bersumber dari sumbangan dewan guru dan wali murid yang dengan sukarela ikut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MIN 21 Bireuen.

Tausiah Menyentuh dari Ustadz Abah Ahmad

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW di MIN 21 Bireuen semakin bermakna dengan tausiah yang disampaikan oleh penceramah, Ustadz Abah Ahmad. Dalam tausiahnya, ia menyampaikan kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW secara runtut dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Ustadz Abah Ahmad mengisahkan masa kecil Rasulullah SAW yang penuh kesederhanaan, perjuangan beliau dalam menyampaikan dakwah Islam, hingga keteladanan akhlak mulia yang patut dicontoh oleh seluruh umat Islam.

Penyampaian tausiah yang penuh penghayatan membuat suasana menjadi haru. Sejumlah siswa tampak meneteskan air mata saat mendengarkan kisah-kisah perjuangan Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukkan bahwa pesan-pesan yang disampaikan mampu menyentuh hati para siswa.

Selain menceritakan sejarah kehidupan Rasulullah SAW, Ustadz Abah Ahmad juga menyelipkan berbagai nasihat moral dan motivasi. Ia mengajak para siswa untuk senantiasa berbakti kepada orang tua, menghormati guru, menjaga salat lima waktu, serta membiasakan diri membaca dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa dan agama. Jika sejak dini sudah dibiasakan mencintai Rasulullah SAW dan meneladani akhlaknya, insyaallah mereka akan tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” tutur Ustadz Abah Ahmad.

Dukungan Wali Murid dan Komite Madrasah

Dalam sambutannya, Kepala MIN 21 Bireuen, Muntadhar, M.Pd., mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh wali murid dan komite madrasah atas dukungan yang diberikan, baik secara moril maupun materil.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dan partisipasi wali murid serta komite madrasah. Atas nama keluarga besar MIN 21 Bireuen, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Muntadhar.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pihak madrasah, wali murid, dan komite merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan bernilai religius.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa agar mampu meneladani nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Aneka Lomba Keagamaan Meriahkan Acara

Selain tausiah dan santunan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MIN 21 Bireuen juga dimeriahkan dengan berbagai lomba keagamaan yang diikuti oleh para siswa. Kegiatan lomba ini bertujuan untuk menggali potensi, bakat, dan minat siswa dalam bidang keagamaan.

Adapun lomba yang diselenggarakan antara lain Musabaqah Tahfidhul Qur’an Juz 30, Musabaqah Tahfidhul Qur’an ayat-ayat pendek pilihan untuk siswa kelas I dan II, lomba azan, lomba doa harian, serta praktik salat jenazah.

Selain itu, terdapat pula lomba hafalan Asmaul Husna, cerdas cermat keislaman, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), lomba pidato, baca puisi Islami, hafalan sifat-sifat wajib dan mustahil bagi Allah SWT, serta musabaqah syarhil Qur’an.

Para pemenang lomba mendapatkan piala dan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan prestasi yang telah diraih. Pengumuman pemenang lomba dilakukan secara terbuka dan disambut antusias oleh para siswa.

Salah seorang guru MIN 21 Bireuen menyampaikan bahwa lomba-lomba tersebut dirancang tidak hanya untuk kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

“Melalui lomba-lomba ini, anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan. Mereka menjadi lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus belajar agama,” ujarnya.

Dihadiri Berbagai Unsur Pendidikan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MIN 21 Bireuen turut dihadiri oleh Pengawas Pembina Madrasah, Dra. Zakiah, pengurus komite madrasah, wali murid, dewan guru, serta kepala MI dalam wilayah Gugus Bireuen. Kehadiran para tamu undangan menambah kekhidmatan dan semarak acara.

Dra. Zakiah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MIN 21 Bireuen. Menurutnya, kegiatan ini sangat positif dalam membentuk karakter religius siswa.

“Pendidikan karakter harus dimulai sejak dini. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada peserta didik,” ungkapnya.

Menanamkan Nilai Keteladanan Sejak Dini

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MIN 21 Bireuen tidak hanya menjadi momentum perayaan hari besar Islam, tetapi juga menjadi sarana refleksi bagi seluruh warga madrasah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai kejujuran, kesabaran, kepedulian, serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Pihak madrasah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pembinaan akhlak mulia peserta didik.

Dengan terselenggaranya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, MIN 21 Bireuen kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak Islami.

(Muhammad)

Belum ada Komentar untuk "MIN 21 Bireuen Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Santuni 35 Siswa Yatim dan Gelar Aneka Lomba Keagamaan"

Posting Komentar

Top Ad Articles

Pasang Iklan

Middle ad article 2

Iklan under Artikel