Murid Kelas VI MIN 21 Bireuen Kunjungi Perpustakaan Kabupaten, Tanamkan Budaya Literasi Sejak Dini

BIREUEN — Upaya menanamkan budaya literasi sejak usia dini terus dilakukan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 21 Bireuen. Salah satunya melalui kegiatan kunjungan edukatif ke Perpustakaan Kabupaten Bireuen yang dilaksanakan oleh murid kelas VI pada Senin, 5 Maret 2024. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program kerja madrasah dalam memperkuat minat baca, kreativitas, dan karakter peserta didik.

Rombongan murid yang didampingi oleh para guru dan pimpinan madrasah tampak antusias sejak tiba di lokasi. Kunjungan ini bukan sekadar wisata edukasi, tetapi dirancang sebagai pembelajaran langsung agar siswa mengenal fungsi, peran, dan manfaat perpustakaan sebagai pusat sumber ilmu pengetahuan dan literasi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, murid MIN 21 Bireuen juga menyerahkan satu buku antologi puisi karya mereka kepada pihak Perpustakaan Kabupaten Bireuen. Buku tersebut menjadi simbol semangat berkarya dan bukti bahwa literasi tidak hanya soal membaca, tetapi juga menulis dan mengekspresikan gagasan secara kreatif.

 

Menghadiahkan Buku Antalogi Siswa MIN 21 Bireuen Sebagai Koleksi di Perpustakaan Bireuen

Serahkan Antologi Puisi Karya Murid

Antologi puisi yang diserahkan berjudul “Secercah Cahaya di Tanah Jeumpa”. Buku ini merupakan kumpulan karya sastra para murid MIN 21 Bireuen yang ditulis dengan bahasa sederhana, jujur, dan penuh imajinasi khas anak-anak. Puisi-puisi tersebut mengangkat tema lingkungan, persahabatan, keluarga, pendidikan, serta kecintaan terhadap daerah Bireuen.

Buku antologi puisi tersebut diterima secara langsung oleh Azryaningsih, SE, selaku Penelaah Teknis Kebijakan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bireuen. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif madrasah dan para murid yang telah menghasilkan karya tulis sejak bangku sekolah dasar.

Menurut Azryaningsih, kehadiran karya siswa di perpustakaan daerah merupakan hal yang sangat positif. Selain menambah koleksi lokal, karya tersebut juga dapat menjadi inspirasi bagi pengunjung perpustakaan lainnya, khususnya pelajar, untuk berani menulis dan berkarya.

Kunjungan Edukatif Berbasis Program Madrasah

Kepala MIN 21 Bireuen, Muntadhar, M.Pd, menjelaskan bahwa kunjungan ke Perpustakaan Kabupaten Bireuen merupakan bagian dari program kerja madrasah yang telah dirancang sejak awal tahun ajaran. Program ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa di luar ruang kelas.

“Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam program kerja madrasah. Kami ingin siswa tidak hanya belajar dari buku teks di kelas, tetapi juga memahami secara langsung bagaimana proses pembelajaran, pengelolaan buku, dan layanan literasi di perpustakaan,” ujar Muntadhar.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran kontekstual seperti ini mampu meningkatkan rasa ingin tahu siswa serta membangun pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan pembelajaran teoritis semata.

Meningkatkan Imajinasi dan Daya Pikir Anak

Lebih lanjut, Muntadhar menekankan pentingnya kebiasaan membaca dalam perkembangan kognitif dan emosional anak. Menurutnya, membaca buku dapat membantu siswa mengembangkan imajinasi, memperkaya kosakata, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan empati.

“Melalui membaca, anak-anak dapat membayangkan karakter, tempat, alur cerita, serta berbagai gambaran yang tidak mereka temui secara langsung. Hal ini sangat penting untuk melatih daya imajinasi dan kreativitas mereka,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kemampuan berimajinasi yang baik akan berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis, berbicara, dan memahami pelajaran lainnya.

Mengenal Perpustakaan Lebih Dekat

Selama kunjungan, murid-murid diajak berkeliling untuk mengenal berbagai fasilitas yang tersedia di Perpustakaan Kabupaten Bireuen. Mereka diperkenalkan dengan ruang baca anak, koleksi buku pelajaran, buku cerita, ensiklopedia, hingga layanan peminjaman buku.

Petugas perpustakaan juga memberikan penjelasan mengenai tata cara peminjaman buku, pentingnya menjaga koleksi perpustakaan, serta etika saat berada di ruang baca. Murid terlihat aktif bertanya dan menunjukkan ketertarikan terhadap berbagai jenis buku yang tersedia.

Kegiatan ini diharapkan dapat menghilangkan anggapan bahwa perpustakaan adalah tempat yang membosankan. Sebaliknya, perpustakaan diperkenalkan sebagai ruang yang nyaman, ramah anak, dan penuh dengan sumber pengetahuan.

Menumbuhkan Budaya Literasi Sejak Dini

Kunjungan edukatif ke perpustakaan menjadi salah satu strategi efektif dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Dengan mengenalkan perpustakaan kepada siswa secara langsung, diharapkan mereka akan lebih terbiasa dan termotivasi untuk membaca buku di luar jam pelajaran.

Budaya literasi yang kuat diyakini mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta membentuk karakter siswa yang gemar belajar, kritis, dan kreatif. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di berbagai jenjang pendidikan.

MIN 21 Bireuen sendiri secara konsisten melaksanakan berbagai kegiatan literasi, seperti pojok baca kelas, pembiasaan membaca sebelum belajar, serta pelatihan menulis sederhana bagi siswa.

Antologi Puisi sebagai Bukti Kreativitas Murid

Penerbitan antologi puisi “Secercah Cahaya di Tanah Jeumpa” menjadi bukti nyata bahwa siswa sekolah dasar pun mampu menghasilkan karya sastra yang bernilai. Proses penulisan puisi ini dilakukan secara bertahap dengan bimbingan guru, mulai dari menggali ide hingga menyusun kata-kata sederhana.

Karya tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi murid, tetapi juga bagi orang tua dan pihak madrasah. Melalui kegiatan menulis, siswa diajak untuk mengekspresikan perasaan, pengalaman, dan pandangan mereka terhadap lingkungan sekitar.

Harapan dan Dampak Jangka Panjang

Dengan adanya kegiatan kunjungan ke perpustakaan dan penyerahan buku karya siswa, pihak madrasah berharap dapat menumbuhkan kepercayaan diri murid serta memotivasi mereka untuk terus berkarya di masa depan.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat sinergi antara lembaga pendidikan dan instansi pemerintah daerah, khususnya dalam upaya meningkatkan minat baca dan kualitas literasi masyarakat.

MIN 21 Bireuen berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang mendukung pengembangan potensi akademik dan nonakademik siswa secara seimbang.

Penutup

Kunjungan murid kelas VI MIN 21 Bireuen ke Perpustakaan Kabupaten Bireuen menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan literasi dapat diterapkan secara kontekstual dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga memahami pentingnya perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan.

Dengan dukungan semua pihak, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan demi menciptakan generasi muda yang literat, kreatif, dan berkarakter.


Editor: Muntadhar
Fotografer: Najib

Belum ada Komentar untuk "Murid Kelas VI MIN 21 Bireuen Kunjungi Perpustakaan Kabupaten, Tanamkan Budaya Literasi Sejak Dini"

Posting Komentar

Top Ad Articles

Pasang Iklan

Middle ad article 2

Iklan under Artikel